
Sejarah Jurusan Teknik Elektro bermula pada tahun 2000, ketika benih pertama ditanamkan di bawah naungan STKIP Gorontalo. Melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 279/DIKTI/Kep/2000, Jurusan resmi mengelola Program Studi Diploma Tiga (D3) dan mulai menyambut mahasiswa baru pada semester ganjil 2001/2002. Di titik inilah fondasi pertama diletakkan — sebuah babak awal di mana tenaga teknik menengah ditempa untuk menjawab kebutuhan kawasan Indonesia Timur.
Tujuh tahun berselang, sejarah mencatat sebuah lompatan yang menentukan arah masa depan. Pada tahun 2008, melalui SK Nomor 2363/D/T/2008, Jurusan memperoleh izin penyelenggaraan program sarjana (S1), dan pada semester ganjil 2009/2010 mahasiswa S1 angkatan pertama pun diterima. Lahirlah Program Studi S1 Teknik Elektro, mengusung tiga konsentrasi keilmuan: Sistem Tenaga Listrik, Sistem Elektronika dan Telekomunikasi, serta Sistem Komputer dan Informatika. Selama hampir lima belas tahun, prodi inilah yang menjadi tulang punggung tunggal Jurusan — akar dari mana nama besar Teknik Elektro tumbuh dan dikenal.
Namun sejarah tak pernah berhenti bergerak. Setelah lebih dari satu dekade bertumpu pada satu prodi sarjana, Jurusan menyadari bahwa kawasan Indonesia Timur membutuhkan lebih dari satu wajah keilmuan elektro. Maka pada tahun 2023, melalui SK Nomor 1526/E1/HK.03.00/2023, dibukalah Program Studi S1 Teknik Komputer, dengan penerimaan mahasiswa pertama pada semester ganjil 2023/2024. Bidang komputasi, yang semula hanya hadir sebagai konsentrasi, kini berdiri tegak sebagai sebuah program studi yang berdaulat.
Dan pada tahun 2026, Jurusan menorehkan tonggak sejarah yang tak kalah bermakna. Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor I195/B/O/2025, dibukalah Program Studi S1 Pendidikan Vokasional Rekayasa Elektro. Ini bukan sekadar penambahan prodi — untuk pertama kalinya, Jurusan tidak hanya melahirkan insinyur elektro, tetapi juga pendidik vokasional yang kompeten, siap mengabdikan diri mengajar di sekolah-sekolah kejuruan di seantero Indonesia Timur. Sebuah langkah yang membawa dampak jauh melampaui angka statistik program studi.
Hingga hari ini, Jurusan Teknik Elektro berdiri kokoh dengan tiga program studi sarjana yang saling melengkapi bagai tiga sayap: S1 Teknik Elektro (2009) sebagai pondasi yang menopang sejarah panjang, S1 Teknik Komputer (2023) sebagai sayap baru yang menjawab tuntutan zaman, dan S1 Pendidikan Vokasional Rekayasa Elektro (2026) sebagai perluasan misi ke ruang-ruang kelas kejuruan.
Sejak tahun 2024, Jurusan telah mengadopsi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) — standar mutu yang sejajar dengan kampus-kampus teknik terkemuka di Indonesia. Kini, kepemimpinan Jurusan berada di tangan Yasin Mohamad, S.T., M.T. (2019–sekarang), generasi kedelapan yang meneruskan estafet kepemimpinan sejak Jurusan ini pertama kali berdiri.
| Periode | Nama |
|---|---|
| 2001–2002 | Sri Wahyuni Dali, ST., MT. |
| 2002–2003 | Ir. Fakih Husnan, MT. |
| 2003 | Ir. Barry Y. Labdul, MT. |
| 2003–2006 | Ir. Wahab Musa, MT. |
| 2006–2008 | Sri Wahyuni Dali, ST., MT. |
| 2008–2010 | Taufiq Ismail Yusuf, ST., M.Si. |
| 2010–2019 | Ervan Hasan Harun, ST., MT. |
| 2019–sekarang | Yasin Mohamad, ST., MT. |
Visi dan misi yang menjadi arah pengembangan Jurusan, program studi, dan seluruh civitas akademika.
Dilandasi semangat "unggul" dalam mutu lulusan, "berkarakter" dalam integritas akademik, dan "berdaya saing" dalam kontribusi keilmuan di tingkat nasional dan internasional.
Susunan kepemimpinan Jurusan Teknik Elektro dan Komputer.